Kiat Mengemas Oleh-Oleh Khas Bali Agar Aman Dibawa Pulang, Termasuk Saat Naik Pesawat

Bali dikenal sebagai surga wisata sekaligus pusat belanja oleh-oleh. Mulai dari kain pantai, kerajinan tangan, tas anyaman, hingga makanan khas bisa dengan mudah Anda temukan di berbagai swalayan maupun pasar tradisional.
Namun, sering kali wisatawan bingung bagaimana cara mengemas oleh-oleh agar aman dibawa pulang, apalagi jika harus melewati perjalanan jauh menggunakan pesawat. Salah packing, oleh-oleh bisa rusak, tercecer, bahkan tidak lolos pemeriksaan bandara.

Di artikel ini, kita akan membahas tips praktis mengemas oleh-oleh khas Bali supaya tetap aman sampai ke rumah.


1. Pisahkan Barang Berdasarkan Jenis

Jangan mencampur semua oleh-oleh dalam satu tas tanpa pembagian.

  • Kain atau pakaian → gulung rapi agar tidak kusut.

  • Kerajinan pecah belah → bungkus dengan bubble wrap atau kain tebal.

  • Makanan kering → masukkan ke wadah kedap udara atau plastik bersegel.

Dengan memisahkan jenis barang, risiko rusak dan tercampur jadi lebih kecil.


2. Gunakan Bubble Wrap atau Kain Sebagai Pelindung

Untuk barang rapuh seperti patung kecil, gelas ukir, atau hiasan kaca, gunakan bubble wrap. Jika tidak punya, kain pantai atau daster bisa jadi pelindung sekaligus hemat ruang.
Pastikan setiap barang dibungkus rapat sebelum dimasukkan ke koper.


3. Letakkan Barang Rapuh di Tengah Koper

Barang yang mudah pecah sebaiknya ditaruh di bagian tengah koper, lalu dilindungi oleh pakaian di sekitarnya. Teknik ini membuat barang lebih aman dari guncangan selama perjalanan.


4. Gunakan Kardus Khusus untuk Oleh-Oleh dalam Jumlah Banyak

Kalau Anda membeli oleh-oleh dalam jumlah besar (misalnya gantungan kunci, tas anyaman, atau makanan kering), pertimbangkan untuk mengirimkannya dalam kardus khusus.
Ikuti standar packing: lakban tebal, tulis “FRAGILE” atau “HATI-HATI”.


5. Perhatikan Aturan Bandara untuk Makanan dan Cairan

Ini penting terutama jika Anda pulang naik pesawat:

  • Cairan, minuman, atau makanan basah biasanya dilarang masuk ke kabin dalam jumlah besar. Masukkan ke bagasi terdaftar.

  • Makanan kering seperti kacang, pie susu, atau keripik aman dibawa, tapi sebaiknya tetap dikemas rapi.

  • Barang tajam (pisau ukir, gunting kerajinan) tidak boleh masuk kabin—wajib ditaruh di bagasi.

Tips ekstra: cek peraturan maskapai sebelum berangkat, karena setiap maskapai bisa punya aturan berbeda.


6. Gunakan Tas atau Koper dengan Kunci

Selain aman dari guncangan, koper dengan kunci juga melindungi barang Anda dari risiko tercecer atau terbuka saat proses pemeriksaan di bandara.


7. Pertimbangkan Kirim Paket Jika Bawa Banyak Barang

Jika oleh-oleh terlalu banyak, alternatif terbaik adalah mengirim paket lewat jasa ekspedisi. Biasanya lebih aman dan tidak merepotkan saat naik pesawat. Pilih ekspedisi yang menyediakan asuransi barang pecah belah.


8. Labeli Barang Anda

Jika Anda menggunakan kardus, jangan lupa tulis nama dan nomor kontak. Ini membantu jika barang terpisah saat perjalanan.


Kesimpulan

Membawa oleh-oleh khas Bali memang menyenangkan, tapi perlu trik khusus agar barang sampai dengan selamat.
Kuncinya adalah pisahkan barang berdasarkan jenis, gunakan pelindung seperti bubble wrap atau kain, letakkan barang rapuh di tengah koper, serta patuhi aturan bandara saat membawa makanan dan cairan.

Dengan persiapan yang tepat, oleh-oleh Anda akan sampai dengan aman, entah itu untuk keluarga di rumah atau sebagai buah tangan untuk sahabat.

Jika ingin mencari oleh-oleh khas Bali dengan pilihan lengkap dan harga terjangkau, Anda bisa belanja langsung di baliswalayan.com.

cara mengemas oleh-oleh bali, tips bawa oleh-oleh naik pesawat, packing oleh-oleh bali

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja